Monday, November 23, 2015

Sampah ? Sampah ? S. S. S. S. S. S. S. S. AMPAH
Tidakkah kalian ngeri dengan namanya ? tidakkah kalian  was was dengan namanya ?
oooh apa kalian merasa terbiasa dengan nama itu ? sudah sering mendengar dengan nama itu ? sudah sering melihat diamana mana ?
atau JANGAN-JANGAN kalian yang membuangnya.. iya ?
sudah deh jangan munafik, sadari aja kelakuan kalian, sadari aja kesalahan kalian.. renungkan..! apa ini kah sampah kalian ?

http://www.tanjungpinangpos.co.id/wp-content/uploads/2015/03/KARIMUN-Warga-menambah-kecepatan-sepeda-motornya-untuk-menghidari-bau-busuk-sampah-yang-menumpuk-di-Jalan-Kampung-Bukit-Sei-Pasir-Meral-Karimun.-Selasa-siang-.jpg 

Bukan kan lebih lebih baik mendaur ulang nya ?
yok rubah mindset kalian....
pola pikir..!
Tindakan
Prilaku
Sikap Acuh
Perbuatan , dan apalah sebagainya...

Yok daur ulang sampah mulai detik ini..
tapi sebelum itu biar lebih mengenal lagi. apa sih daur ulang sampah itu ??

Menurut Bang Wiki itu.....
Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).

Menurut Bang Wiki Material-material yang dapat didaur ulang dan prosesnya di antaranya adalah:
  1.  Bahan bangunan
    http://www.bekas.com/sites/default/files/197725/SAMPAH-KAYU.jpg?1425040697
Material bangunan bekas yang telah dikumpulkan dihancurkan dengan mesin penghancur, kadang-kadang bersamaan dengan aspalbatu batatanah, dan batu. Hasil yang lebih kasar bisa dipakai menjadi pelapis jalan semacam aspal dan hasil yang lebih halus bisa dipakai untuk membuat bahan bangunan baru semacam bata.

   2.   Baterai


Banyaknya variasi dan ukuran baterai membuat proses daur ulang bahan ini relatif sulit. Mereka harus disortir terlebih dahulu, dan tiap jenis memiliki perhatian khusus dalam pemprosesannya. Misalnya, baterai jenis lama masih mengandung merkuri dan kadmium, harus ditangani secara lebih serius demi mencegah kerusakan lingkungan dan kesehatan manusia. Baterai mobil umumnya jauh lebih mudah dan lebih murah untuk didaur ulang.


   3.   Bahan Elektronik

Hasil gambar untuk sampah bahan elektronik

Barang elektronik yang populer seperti komputer dan telepon genggam umumnya tidak didaur ulang karena belum jelas perhitungan manfaat ekonominya. Material yang dapat didaur ulang dari barang elektronik misalnya adalah logam yang terdapat pada barang elektronik tersebut (emas, besi, baja, silikon, dll) ataupun bagian-bagian yang masih dapat dipakai (microchip, processor, kabel, resistor, plastik, dll). Namun tujuan utama dari proses daur ulang, yaitu kelestarian lingkungan, sudah jelas dapat menjadi tujuan diterapkannya proses daur ulang pada bahan ini meski manfaat ekonominya masih belum jelas.

   4.   Logam


Hasil gambar untuk sampah logam
pixabay.com

Besi dan baja adalah jenis logam yang paling banyak didaur ulang di dunia. Termasuk salah satu yang termudah karena mereka dapat dipisahkan dari sampah lainnya dengan magnet. Daur ulang meliputi proses logam pada umumnya; peleburan dan pencetakan kembali. Hasil yang didapat tidak mengurangi kualitas logam tersebut.
Contoh lainnya adalah aluminium, yang merupakan bahan daur ulang paling efisien di dunia. Namun pada umumnya, semua jenis logam dapat didaur ulang tanpa mengurangi kualitas logam tersebut, menjadikan logam sebagai bahan yang dapat didaur ulang dengan tidak terbatas.

   5.   Bahan Lainnya

skpd.batamkota.go.id
Kaca dapat juga didaur ulang. Kaca yang didapat dari botol dan lain sebagainya dibersihkan dair bahan kontaminan, lalu dilelehkan bersama-sama dengan material kaca baru. Dapat juga dipakai sebagai bahan bangunan dan jalan. Sudah ada Glassphalt, yaitu bahan pelapis jalan dengan menggunakan 30% material kaca daur ulang.
Kertas juga dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika terus didaur ulang. Hal ini menjadikan kertas harus didaur ulang dengan mencampurkannya dengan material baru, atau mendaur ulangnya menjadi bahan yang berkualitas lebih rendah.